Inspirasi Muslimah Episode 2: Menjadi Syakaijin 社会人 Muslimah di Jepang

nonameMuslimah Indonesia yang tinggal di Jepang, bukan hanya mereka yang berstatus sebagai Pelajar. Ada yang berniat menemani pasangan, dan ada juga yang berniat untuk mendapatkan pengalaman kerja pertama di Jepang.

Mereka bukanlah orang yang sejak awal memang “jebolan” universitas Jepang, tetapi mereka adalah sarjana yang direkrut langsung dari Indonesia oleh perusahaan Jepang. Salah satunya adalah Melna Monica, wanita lulusan Farmasi ITB yang saat ini tercatat sebagai salah satu pegawai major company di Jepang.

Melna tidak terfikir untuk pergi ke Jepang menjadi 社会人. Sejak menginjak tahun pertama (TPB) di ITB, yang menjadi target Melna adalah melanjutkan S2 & S3 ke Heilderberg University, Jerman.
Sempat Melna melakukan pendekatan dengan berbagai dosen untuk melancarkan proses aplikasi S2 nya, tapi belum membuahkan hasil.
Sampai akhirnya peristiwa wafatnya Ayah di September 2012 membawa efek yang besar bagi Melna sehingga Anak Sulung ini memutuskan untuk “melupakan” mimpinya dan fokus untuk mencari kerja.

Sebelum lulus, Melna sudah rajin mencari peluang kerja, salah satu channel yang dipakai adalah dengan mengikuti ITB Career Day di Bulan Mei 2014. Di hari itu, Melna memberanikan diri mendaftar ke salah satu perusahaan besar Jepang, M. Corporation. Betapa kagetnya Melna, karena hari itu juga dia diwawancara oleh sang Regional Manager yang sangat ramah. Walaupun Melna tahu background S1 dia berbeda dengan bidang yang dia daftarkan, tapi dia tetap percaya bahwa kalau rezeki itu sudah dituliskan Allah maka tidak ada yang bisa menolaknya ☺

bekerja di Jepang penuh dengan tantangan tersendiri. Yang pertama adalah: “harus bisa berkomunikasi dalam bahasa Jepang”. Awalnya sangat sulit dan dirasa lelah sekali tetapi lama kelamaan menjadi biasa

Hal lain yang dirasakan adalah sulitnya bagi orang asing, dibandingkan dengan orang Jepang untuk mendapatkan kepercayaan atasan untuk mengerjakan tugas. Ini memang termasuk hal yang tidak bisa dihindari saat bekerja di luar negeri, namun ini adalah tantangan tersendiri bagi melna untuk bisa mampu bekerja dan bertanggung jawab atas tugas yang Melna ambil.

Ditambah lagi, dengan suasana bekerja yang disiplin dan dikelilingi oleh partner kerja yang amat sungguh dalam bekerja membuat Melna terpacu untuk seperti mereka. Awalnya mungkin karena terpaksa atas dasar peraturan dan faktor “gengsi” tapi insya Allah kedepannya akan menjadi kebiasaan baik yang bisa ditularkan.

Di tempat kerjanya yang sekarang, Melna diberikan tempat khusus untuk beribadah dan diberi keleluasaan untuk sholat 5 waktu dan sholat Ied asalkan segala pekerjaan sudah diselesaikan. Terlebih untuk sholat Ied, Melna sudah ijin sejak jauh-jauh hari saat pengumuman cuti tahunan.

Paling menantang adalah ketika harus menyesuaikan waktu sholat dengan waktu meeting, apalagi di Jepang yang dengan perubahan musim ini membuat waktu sholat jadi jauh berbeda. Tetapi insya Allah selama ada niat untuk beribadah, maka Allah akan memudahkan segalanya.

Teman kerja Melna pun juga tidak bisa menyembunyikan rasa penasaran mengapa ibadah orang Islam bisa begitu banyak, mulai dari puasa sebulan, lalu ada puasa sunnah. Acap kali, mereka juga bertanya tentang panjang rambut, warnanya, dan apakah Melna memotong rambutnya sendiri?

Terkadang Melna merasakan adanya batas interaksi antara dia dan kawan-kawannya dengan tidak ikut nomikai dan karaoke bersama. Namun Melna melihat banyak sisi positif dari hal itu, salah satunya adalah tidak perlu balik malam hari dan hemat uang : )

Dengan karir nya sebagai pekerja di perusahaan besar saat ini, Melna sebenernya mempunyai rencana jangka panjang untuk menjadi entrepreneur, dan memang aktivitas berjualan ini sudah disukai Melna sejak jaman kuliah. Dengan membangun bisnis sendiri dan mempunyai waktu kerja yang lebih fleksibel, Melna berharap bisa fokus untuk mengurus keluarganya nanti.
Pengalaman kerja di Jepang diharapkan akan membantu Melna memahami ilmu management. Semoga lancar ya Melna , semoga Allah SWT memberkahi setiap rencana baikmu

Buat pengunjung pasar, terimakasih sudah membaca cerita Melna ini yaa dan selamat pagi !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *